Call Centre SENKOM BLORA: 082 325 34 4622

Senin, 06 Mei 2013

PERLU ANDA TAHU


5 Tips Pahami Jenis Surat Tilang Polisi
Wamucicg47lu325ncbfpWregjrn5qgxrkpop4llqFidef8k610qteiuu75oiIhjeny87yusluvva5kdbX0r20fx9gkw0esme3omr
AFIN lbs.com - Dalam melakukan perjalanan sering kita menemui para penegak disiplin melakukan razia kepada pengguna jalan yang menggunakan kendaraan bermotor. Semua memang demi keamanan dan kenyamanan berlalu-lintas. Memang sudah sepatutnya bagi para pengguna jalan, baik sepeda motor, mobil dan tranportasi bermotor lainnya, melengkapi peralatan berkendara baik secara fisik maupun administrasi. Ketika terkena tilang bisa menggunakan beberapa alternatif warna surat tilang. Namun semua tetap harus sesuai dengan pelanggaran dan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan. Kepolisian menggunakan bukti tilang menggunakan surat, tapi yang perlu diketahui macam, fungsi dan warna surat tersebut serta untuk siapa saja. Berikut surat tilang tersebut: 1. Merah Surat tilang warna merah ditujukan kepada pelanggar yang tidak terima atas kesalahan yang dituduhkan. Kemudian pelanggar diberikan kesempatan untuk membela diri atau minta keringanan kepada hakim. Pada umumnya tanggal sidang, maksimum 14 Hari dari tanggal kejadian, tergantung hari sidang tilang di Pengadilan Negeri ( PN) bersangkutan. 2. Biru Surat tilang warna biru juga untuk pelanggar, cuma bedanya pelanggar yang menerima kesalahan, artinya tidak perlu pembelaan kepada hakim. Jika meminta surat tilang ini kita bisa langsung membayar uang denda melalui transfer pada bank yang dituju. Adapun untuk biayanya diketahui lebih mahal, jika disesuaikan undang-undang lalu lintas yang berlaku. Namun belum diketahui secara resmi nomor rekening dan kepemilikannya, dalam pembayaran uang denda tersebut. Meski semakin dipermudah dalam urusan tilang, diharapkan publik tidak salah mentransfer uang kepada oknum polisi yang tidak bertanggung jawab. 3. Kuning Kemudian surat tilang warna kuning untuk pihak kepolisian sendiri dan diperuntukkan sebagai arsip. 4. Hijau Surat tilang warna hijau untuk arsip pengadilan. Surat ini juga sebagai proses tindak lanjut pelanggaran tersebut sampai perkara selesai. 5. Putih Surat tilang warna putih untuk kejaksaan sebagai arsip. Namun jika dikemudian hari ada permasalahan arsip tersebut bisa sebagai bukti dan catatan. Sumber: AFIN LBS.com

Polisi Tidak Punya Hak Menilang Kendaraan


Bantu informasi
Masyarakat dan Polisi
Agar Masyarakat hidup tentram serta damai.

Demikian penggalan akhir dari Hymne Senkom Mitra Polri. Senkom Mitra Polri akan tetap memegang teguh jati diri, dalam memelihara kamtibmas di tengah masyarakat, utamanya dalam memberikan informasi, baik kepada Polisi sebagai mitra, maupun kepada masyarakat.

Tahukah Anda, bahwa Polisi tidak memiliki hak untuk menahan ataupun menilang anda ketika Pajak kendaraan anda mati?

Baik, kalau belum tahu, simak baik-baik informasinya...! 

Berdasarkan keterangan dari Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya, yang mengatakan begini, 

“Masalah pajak bukan urusan polisi, tapi urusan Dispenda (Dinas Pendapatan Daerah). Sehingga dalam masalah pajak polisi enggak berhak menilang,”

Bahkan, seandainya pembayar pajak yang telat ini kena razia di jalanan umum, polisi tetap tidak bisa berbuat apa-apa. “Kalau semua surat lengkap dan gak ada masalah, ya, enggak bisa ditilang,” ucapnya.

Jika si polisi tetap mengambil tindakan menilang, Djoko menyarankan agar si pengendara mengajukan komplain secara resmi. Pengendara bisa mencatat nama polisi yang tertera di seragam dan melaporkan kepada yang berwenang.


“Kalo tetep ngotot minta pada polisi tersebut peraturannya? pasal berapa? Suruh dia menunjukkan…!! kalau nggak bisa jangan mau..!” tegasnya.

Menurut Djoko, keterlambatan membayar pajak itu sudah ada sanksi tersendiri yaitu denda, dan itu merupakan urusan dinas pendapatan daerah (dispenda).

(Penulis : AFIN dari berbagai sumber)

0 komentar:

Posting Komentar